Home MPR RI

Wakil Ketua MPR : P20 harus mendorong peran Parlemen dalam berbagai isu global

173
0

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan menyampaikan tanggapannya terhadap pelaksanaan The 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) dengan tema “Stronger Parliaments for Sustainable Recovery” yang digelar di DPR RI, Senayan, Jakarta. Menurut Syarief Hasan, P20 harus mampu mendorong peran Parlemen dalam berbagai isu-isu yang saat ini menjadi focus dari negara-negara G20.

Syarief Hasan menyebutkan, Parlemen harus mampu menjadi jembatan dalam penyelesaian berbagai masalah global. “Parlemen harus menunjukkan perannya dalam membantu pemulihan ekonomi global, percepatan pembangunan berkelanjutan, dan penerapan ekonomi hijau, keamanan pangan dan energi yang menjadi isu utama global dewasa ini.”, ungkap Syarief Hasan.

Syarief Hasan melanjutkan, P20 juga harus menjadi momentum penguatan demokrasi di negara-negara G20. “Dalam dunia demokrasi, keseimbangan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Parlemen sebagai representatif dari kekuasaan yudikatif harus menghadirkan hasil-hasil legislasi dan pengawasan terhadap pemerintahan sehingga demokrasi semakin kuat.”, ungkap Syarief Hasan.

Baca Juga:   Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Parpol Bukan Hanya Kampanye, Tapi Juga Melakukan Pendidikan Politik Untuk Generasi Milenial

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga mendukung komitmen P20 dalam menghadapi climate change. “Dalam forum P20 telah dinyatakan komitmen parlemen negara-negara G20 dalam mendorong tercapainya emisi nol bersih pada tahun 2060. Komitmen ini menjadi poin yang penting mengingat perubahan iklim menjadi masalah serius yang dihadapi hari ini.”, ungkap Syarief Hasan.

Politisi senior tersebut mendukung penuh komitmen emisi nol bersih yang dicanangkan dalam forum P20. “Kami dari Fraksi Partai Demokrat mendukung komitmen untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 adalah bagian dari pelaksanaan hasil KTT Perubahan Iklim COP-26 yang diadakan di Glasgow tahun lalu, melalui pembangunan rendah karbon (PRK) sebagai tulang punggung strategi pemulihan yang akan membawa Indonesia menuju ekonomi hijau.”, ungkap Syarief Hasan.

Baca Juga:   Bangun Imunitas Anak Bangsa Lewat Kolaborasi Semua Pihak

Syarief Hasan melanjutkan, langkah ini sejalan dengan tujuan pembangunan nasional Indonesia. “Dalam tujuan pembangunan nasional Indonesia, disebutkan harus menyeimbangkan tiga pilar ekonomi, sosial, dan juga lingkungan, khususnya selama fase pemulihan pandemi COVID-19. Masyarakat harus didorong untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan terkait aksi iklim.”, ungkap Syarief Hasan.

Syarief Hasan menilai, negara tidak bisa menghadapi krisis iklim sendirian. “Tidak ada negara yang dapat menghadapi krisis iklim dengan perjuangan negaranya sendiri. Perlu ada rasa tanggung jawab yang diterapkan secara penuh, efektif, dan bersama-sama dengan seluruh masyarakat dunia. Negara-negara G20 harus berkontribusi pada upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, sesuai dengan agenda global yang disepakati,” ungkap Syarief Hasan.

Baca Juga:   Tinjau Sentra Vaksinasi Merdeka Sambil Bagi Sembako, Bamsoet Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Syarief Hasan berharap, forum P20 dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kesepakatan bersama. “Kita berharap, hasil dari forum P20 tidak hanya sekedar membahas masalah, tetapi menindaklanjuti solusi-solusi dalam bentuk kesepakatan bersama. Harapannya, kesepakatan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh seluruh negara-negara G20.”, tutup Syarief Hasan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini