Home Suara News

Sindir Soal Listrik PLN Padam, Dahnil: Di Korsel Menterinya Mundur, Kalau di Sini Hilang

167
0

SUARA RAKYAT – Pemadaman listrik yang terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten merugikan para pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai pegiat UMKM juga merasakan hal yang demikian.

Pemilik kedai kopi, Begawan Kupie, itu mengaku mengalami kerugian yang sangat berarti akibat pemadaman listrik. Apalagi pemadaman di Cipondoh, Kota Tangerang yang menjadi lokasi kedai Begawan Kupie hampir mencapai 12 jam.

Baca Juga:   Terima Pengurus Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Pemenuhan Perumahan Rakyat

“Saya yakin juga dialami banyak UMKM yang lain di Jawa,” katanya dalam akun Twitter pribadi, Senin (5/8) seperti dilansir dari RMOL.id.

Jurubicara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto itu kemudian membandingkan pemdaman listrik ini dengan yang terjadi di belahan dunia lain.

Seperti di Australia, saat listrik pada ada kompensasi yang diberikan perusahaan penyedia listrik, yaitu gratis tagihan selama sebulan.

Baca Juga:   Muhammadiyah telah menentukan awal puasa jatuh pada

Sementara di Korea Selatan pemadaman listrik berimbas pada kursi menteri. Menteri Ekonomi Korea Selatan, Choi Joong-Kyung menyatakan mundur pada 2011 lalu.

Dia mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pemadaman listrik yang menimbulkan kemarahan masyarakat. Uniknya, pemadaman listrik saat itu hanya terjadi dalam durasi singkat, yaitu satu jam.

“Di Korsel menterinya mundur. Di sini menterinya hilang tanpa pesan tak berani ngomong di depan kamera,” pungkasnya. (R03)

Baca Juga:   Fight Corona, Bamsoet Bagikan Seribu Paket Bantuan Penunjang Kesehatan

Sumber: RIAUSKY.COM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini