Home Suara Hukum

Sadis! Pemuda di Muarojambi Bunuh Tante dan Ponakannya Sendiri

229
0

SRNews.CO, Muarojambi – Sungguh sadis apa yang dilakukan HS alias Ucok (25) di Muarojambi, hanya karena sakit hati hati dengan tantenya Ucok tega membunuh tantenya sendiri bahkan dengan anak tantenya yang baru berumur 16 tahun.

Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto mengatakan kejadian pembunuhan dilakukan pada 11 Januari lalu. Pihaknya membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari untuk dapat menangkap pelaku yang bekerja sebagai penjaga malam di PT Maras Bangun Persada, Desa Bakung RT 04, Muaro Sebo, Muarojambi.

“Begitu mendapat laporan kami langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran pelaku. Yang ternyata adalah keponakan dari korban sendiri,” ucap Kapolres saat konferensi pers ungkap kasus di Mapolres Muarojambi Selasa (14/1/2020).

Baca Juga:   Ketua MPR RI Bamsoet Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang

Diceritakan Kapolres, motif pelaku menghabisi nyawa tantenya sendiri karena sakit hati. Pelaku tidak terima karena pelaku diejek dengan diolok-olok oleh korban.

Kronologi awal ketika pelaku Ucok ingin menitipkan uang kepada korban yang akan dikirimkan kepada istrinya. “Namun dikarenakan ada perkataan yang menyinggung si pelaku ini. Pelaku lansung ke kamarnya yang berada di sebelah kamar korban untuk mengambil senapan angin dan pisau yang biasa digunakan untuk jaga malam,” cerita Kapolres.

Tampa banyak bicara, Ucok lansung ke kamar tantenya lagi untuk kemudian menembak tepat di kepala. Penembakan yang dilakukan Ucok, tepat dihadapan anak perempuan korban yang baru berumur 16 tahun.

Baca Juga:   Mahfud MD tegaskan Pemerintah sama sekali tidak anti kritik

“Anak korban ini teriak, membuat pelaku panik, dan akhirnya menghujamkan senjata tajam yang dibawa ny dari kamar ke dada kiri sang anak dan menyebabkan korban terjatuh bersimbah darah,” sambungan Kapolres.

Dilanjutkan Kapolres, Pelaku yang merasa kurang puas dan tidak yakin kedua pelaku telah mati. Kembali mengambil bantal dan membekap wajah kedua korban hingga yakin kedua korban meninggal dunia.

Menariknya, pelaku lah yang melaporkan kejadian pembunuhan tersebut. Bahkan pelaku sempat mengikuti olah TKP yang dilakukan pihak kepolisian.

“Jadi awalnya, pelaku melaporkan adanya tindak pidana pembunuhan dengan melaporkan ke Polsek Maro Sebo. Setelah itu pelaku ikut menyaksikan olah TKP seperti tidak terjadi apa-apa, sedangkan Pisau yang digunakan untuk menghabisi dua korban dibuang ke dalam kolam yang tidak jauh dari TKP. Dengan dibantu penyelam oleh warga sekitar, pisau ditemukan.  Untuk senapan angin sudah di simpan dibelakang pintu dan dibersihkan oleh pelaku,” jelas Kapolres lagi.

Baca Juga:   Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi : Pemberlakuan Sertifikat Tanah Elektronik Menjadi Tantangan Bagi Notaris /PPAT

Polisi yang mulai curiga pada saat pelaku melaporkan adanya tindak pidana pembunuhan, serta ikut menyaksikan olah TKP. Polisi langsung memeriksa saku pelaku dan berhasil menemukan uang yang akan dikirim ke Istrinya di kampung ada bercak daranya.  Dari sanalah polisi langsung mengintrogasi pelaku yang berpura-pura tersebut. (SR1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini