Home Suara News

Presiden Jokowi minta Basarnas perbanyak inovasi

180
0

Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperbanyak inovasi dalam pemanfaatan teknologi, sehingga lebih banyak orang dapat terselamatkan dalam kondisi darurat.

 

“Setiap detik sangatlah berarti untuk keselamatan jiwa, untuk itu saya perlu tegaskan beberapa hal. Pertama, perbanyak inovasi dengan memanfaatkan teknologi, ini wajib,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Basarnas Tahun 2022 melalui konferensi video dari Istana Negara Jakarta, Senin.

 

Presiden menambahkan perkembangan teknologi dapat membantu proyeksi dan analisis terhadap penanganan kondisi darurat.

 

“Teknologi SAR (Search and Rescue) sudah berkembang dengan cepat dan semakin canggih, yang bisa membantu memproyeksi dan menganalisis secara cepat dan akurat, dan dengan penanganan yang lebih tepat,” tambahnya.

 

Penggunaan teknologi tersebut, menurut Presiden, akan lebih efektif dalam upaya Basarnas menyelamatkan lebih banyak korban.

“Karena itu, Basarnas tidak boleh ketinggalan. Saya ulang, Basarnas tidak boleh ketinggalan dalam hal teknologi, harus cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi SAR yang terkini,” tegasnya.

Presiden mengatakan Indonesia merupakan negara dengan risiko cukup tinggi dalam hal kebencanaan dan kedaruratan.

“Kecelakaan, bencana alam dan kondisi-kondisi lain yang membahayakan manusia, musibah yang datangnya sulit diperkirakan, sulit diprediksi, bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan bisa menimpa siapa saja,” ungkap Presiden.

Baca Juga:   XI Jinping Kunjungi Wuhan Seiring Penurunan Angka Kasus Covid-19

Oleh karena itu, Presiden mengingatkan bahwa kesiapsiagaan dan kewaspadaan sangat penting.

“Kita perlu tim SAR yang cepat tanggap, yang militan, yang mampu memberikan pertolongan yang cepat dan tepat terhadap kondisi yang memerlukan penanganan khusus terhadap bencana, tanggap darurat dan yang membahayakan manusia,” jelasnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan tantangan yang dihadapi Basarnas dalam menghadapi situasi kedaruratan akan semakin besar.

“Tetapi dalam situasi apa pun, pelayanan SAR harus sigap dan cepat, untuk menyelamatkan setiap jiwa manusia, di mana pun, dalam situasi apa pun; setiap jiwa harus diselamatkan dari risiko bencana dan kedaruratan lainnya,” kata Presiden.

Presiden meminta Basarnas harus segera hadir secara cepat untuk memberikan pertolongan.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga mengucapkan terima kasih dan selama ulang tahun ke-50 kepada Basarnas.

“Ulang tahun emas dan sekaligus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, yang selalu sigap membantu masyarakat, membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di berbagai daerah, di berbagai medan bencana,” ujar Presiden Jokowi.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi di Istana Negara antara lain Menteri Koordinator bidang Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi

Presiden Jokowi minta Basarnas perbanyak inovasi

Baca Juga:   Di Masjid Ar Rabithah Bung Karno Berkontemplasi, Gus Jazil: Pancasila Ditemukan Di Masjid

Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperbanyak inovasi dalam pemanfaatan teknologi, sehingga lebih banyak orang dapat terselamatkan dalam kondisi darurat.

“Setiap detik sangatlah berarti untuk keselamatan jiwa, untuk itu saya perlu tegaskan beberapa hal. Pertama, perbanyak inovasi dengan memanfaatkan teknologi, ini wajib,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Basarnas Tahun 2022 melalui konferensi video dari Istana Negara Jakarta, Senin.

Presiden menambahkan perkembangan teknologi dapat membantu proyeksi dan analisis terhadap penanganan kondisi darurat.

“Teknologi SAR (Search and Rescue) sudah berkembang dengan cepat dan semakin canggih, yang bisa membantu memproyeksi dan menganalisis secara cepat dan akurat, dan dengan penanganan yang lebih tepat,” tambahnya.

Penggunaan teknologi tersebut, menurut Presiden, akan lebih efektif dalam upaya Basarnas menyelamatkan lebih banyak korban.

“Karena itu, Basarnas tidak boleh ketinggalan. Saya ulang, Basarnas tidak boleh ketinggalan dalam hal teknologi, harus cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi SAR yang terkini,” tegasnya.

Presiden mengatakan Indonesia merupakan negara dengan risiko cukup tinggi dalam hal kebencanaan dan kedaruratan.

“Kecelakaan, bencana alam dan kondisi-kondisi lain yang membahayakan manusia, musibah yang datangnya sulit diperkirakan, sulit diprediksi, bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan bisa menimpa siapa saja,” ungkap Presiden.

Baca Juga:   Apresiasi Kerja Keras BPK, Ketua DPD Dorong Kemandirian Fiskal Daerah

Oleh karena itu, Presiden mengingatkan bahwa kesiapsiagaan dan kewaspadaan sangat penting.

“Kita perlu tim SAR yang cepat tanggap, yang militan, yang mampu memberikan pertolongan yang cepat dan tepat terhadap kondisi yang memerlukan penanganan khusus terhadap bencana, tanggap darurat dan yang membahayakan manusia,” jelasnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan tantangan yang dihadapi Basarnas dalam menghadapi situasi kedaruratan akan semakin besar.

“Tetapi dalam situasi apa pun, pelayanan SAR harus sigap dan cepat, untuk menyelamatkan setiap jiwa manusia, di mana pun, dalam situasi apa pun; setiap jiwa harus diselamatkan dari risiko bencana dan kedaruratan lainnya,” kata Presiden.

Presiden meminta Basarnas harus segera hadir secara cepat untuk memberikan pertolongan.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga mengucapkan terima kasih dan selama ulang tahun ke-50 kepada Basarnas.

“Ulang tahun emas dan sekaligus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, yang selalu sigap membantu masyarakat, membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di berbagai daerah, di berbagai medan bencana,” ujar Presiden Jokowi.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi di Istana Negara antara lain Menteri Koordinator bidang Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini