Home Suara Nasional

Presiden ingatkan hilirisasi tidak hanya pada sektor pertambangan

173
0

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa hilirisasi tidak hanya dilakukan pada sektor pertambangan mineral dan batu bara, melainkan juga pada sektor pertanian, perkebunan hingga perikanan.

“Berkaitan dengan hilirisasi daerah, aya sudah sering menyampaikan ini. Tpi yang sering saya sampaikan adalah hilirisasi di tambang, minerba, Ndak, hilirisasi itu bukan hanya yang ada di situ saja,” kata Presiden pada Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2023 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis.

Baca Juga:   Ketua Umum IMI Bamsoet Buka Jakarta Satu Vespa Sejuta Saudara Mods Mayday 2024 di Monas Jakarta

Menurut Presiden, jangan hanya berpikir hilirisasi hanya untuk nikel dan tembaga, karena sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan juga punya potensi yang besar untuk dihilirisasikan.

Dia mencontohkan di sektor perkebunan, kelapa muda yang biasa di jual per butir Rp10.000-R15.000 dapat ditingkatkan nilai tambahnya dengan menjadikannya sebagai produk thumb layaknya yang banyak di Thailand.

Baca Juga:   Bersama MAPANCAS, Bamsoet Ajak Kaum Muda Majukan Perekonomian Indonesia

“Kalau jadi kaya di Thailand coco thumb  itu dikupas sedikit saja sudah jadi Rp45.000-50.000, tiga kali lipat. Ya urusa mempercantik kemasan saja,” kata Jokowi.

Menurutnya, masyarakat di Indonesia sangat bisa melakukan itu, dan para gubernur bisa mendorongnya. “Ini contoh kecil. Nilai tambahnya bisa tiga kali,” terangnya.

Sedangkan di sektor perikanan dia mencontohkan, bahwa itu tidak hanya bisa diolah menjadi ikan asin melainkan bisa ditingkatkan nilai tambahnya jika diolah menjadi tepuk ikan.

Baca Juga:   Kronologi Penangkapan Zaim Saidi Pendiri Pasar Muamalah Depok

“Ikan dijual jadi hanya jadi ikan asin nggak ada nilai tambah, tapi kalau kita naikkan sedikit saja jadi tepung ikan, nilai tambah bisa dua kali, tiga kali, dan permintaan dunia akan tepung ikan ini besar sekali, sehingga yang namanya nelayan, UMKM, koperasi, industri kecil, dorong untuk melakukan ini, dan produk-produk yang lainnya yang sangat banyak ragamnya di daerah-daerah, jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini