Home Suara News

Pemkab Merangin Lalai, Beberapa Kontraktor Tak Tepat Waktu Selesaikan Proyek Bebas Sanksi

207
0

SRNews.CO, Bangko – Banyak proyek di Pemkab Merangin yang pengerjaannya tidak selesai tepat waktu pada 2019 lalu.  Sehingga harus dilakukan perpanjangan kontrak atau adendum pada pengerjaan proyek tersebut. Hal ini tentu dinggap merugikan masyarakat.

Di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saja, ada beberapa proyek yang diberlakukan perpanjangan kontrak tersebut. Seperti proyek jembatan, gedung Kantor Damkar, Gedung Kantor Perizinan dan pembangunan kawasan ujung tanjung.

Baca Juga:   Silaturahmi Akhir Tahun, Fadel Muhammad Kunjungi Bupati dan Masyarakat Kabupaten Gorontalo

Sesuai aturan, jika ada proyek yang diberlakukan adendum dan kesalahannya dari pihak ketiga, maka mereka dikenakan denda. Namun apabila adendum akibat bencana atau kesalahan Pemerintah, maka pihak ketiga (kontraktor) tidak dikenakan denda.

“Kita lihat apakah karena bencana atau kesalahan mereka, atau kesalahan pemerintah atau kelalaian pihak ketiga, itu yang perlu kita sikapi,” Kata Kadis PUPR Merangin, Aspan baru-baru ini.

Baca Juga:   Komite IV DPD RI Dan Kemenkop UKM Bersinergi Mengawasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional Untuk UMKM

“Tapi dalam hal ini kesalahan dari Pemkab, Pemkab punya kelalaian dalam hal menyiapkan lahan, jadi tidak bisa kita kenakan denda adendum,” kata Aspan lagi.

Dikatakan Aspan, kelalaian itu terjadi pada proyek gedung Kantor Damkar dan Perizinan, karena terkendala penghalusan aset gedung yang lama.

Tapi bagi rekanan yang dikenakan denda, sebelum termen mereka terlebih dahulu membayar denda ke kas daerah. Jika sudah ada bukti pembayaran, baru PU bisa lakukan termen.

Baca Juga:   Sosialisasi BPJS dan Ketenagakerjaan, Sjarifuddin Hasan: Program BPJS Jaman Presiden SBY Dilanjutkan Di Masa Presiden Joko Widodo

“Sebelum termen kita sudah minta mereka bayar denda, sesuai ketentuan mana yang kena denda sebelum mereka termen, dengan ada bukti pembayarannya,” ujarnya.

“Contohnyo yang kegiatan jembatan di pulau aro Kecamatan Tabir Ulu dendanya Rp6 juta, lalu juga pengerjaan jembatan di Muara Kibul dendanya Rp9 juta, itu sesuai dengan progres, mereka stor melalui Bank Jambi,” pungkasnya.

Penulis: Supmedi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini