Home Suara Nasional

Menag larang jamaah bawa atribu politik dan ormas

159
0

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melarang jamaah calon haji Indonesia membawa atribut partai politik atau organisasi selama melaksanakan ibadah haji.

“Meski ini sudah masuk tahun politik, tidak perlu membawa atribut-atribut partai politik atau organisasi,” ujar dia saat melepas jamaah kelompok terbang 1 di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten di Tangerang, Rabu (24/05).

Ia meminta jamaah untuk memanfaatkan kesempatan berhaji untuk fokus ibadah, berhaji dengan baik dan tidak membawa nuansa politik. Terlebih kesempatan berhaji diimpikan oleh seluruh umat Islam di dunia, khususnya Indonesia.

Maka dari itu, ia meminta jamaah untuk menghindari hal-hal yang bisa mengganggu kekhusuan dalam beribadah di tanah sauci. Dilarang juga membawa barang-barang yang tidak ada kaitannya dan tidak mendukung mereka dalam beribadah.

Baca Juga:   Ketua Umum IMI Bamsoet Dukung Penyelenggaraan Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2024 di IEC BSD Tangerang

“Apalagi (atribut, red) dibawa untuk foto-foto di area Masjidil Haram atau Masjid Nabawai. Bila tertangkap pihak keamanan Arab Saudi, bisa terkena hukuman,” kata Yaqut.

Ia juga mengingatkan jamaah mengenai larangan membawa segala bentuk jimat dan pernak pernik lainnya yang memberikan kesan tidak baik sebab bisa terkena pasal syirik di Arab Saudi dengan hukuman berat.

“Saya berharap jamaah dapat bijak menggunakan sosial media selama di Saudi. Jangan sembarangan membuat konten negatif saat berada di Haramain lalu diunggah di media sosial. Jadi sekali lagi saya pesan, fokus beribadah saja,” kata dia.

Baca Juga:   Ketua DPD Minta Pemerintah Lobi Arab Saudi untuk Pastikan Pelaksanaan Umrah

Ia menjelaskan jamaah tahun ini orang-orang terpilih, yang bisa berkesempatan untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima, yaitu beribadah haji di tanah suci. maka kesempatan ini sambung dia harus betul-betul dimanfaatkan dengan baik.

Ia juga mengatakan ibadah haji memerlukan kekuatan fisik yang prima sehingga mereka harus selalu memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing selama di perjalanan dan selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi, hingga nantinya dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat dan sehat.

Baca Juga:   HNW Kritisi Hakim PN Kembali Kabulkan Permohonan Nikah Beda Agama Yang Tak Sesuai Putusan MK dan Fatwa MUI,

“Jangan terlalu memaksakan diri dalam beraktivitas, termasuk beribadah sunah, terlebih bila merasa kesehatannya tidak memadai,” kata dia.

Kondisi di Arab Saudi, kata dia, berbeda dengan kondisi di Indonesia. Cuaca di Arab Saudi jauh lebih panas ketimbang di Indonesia sehingga seluruh peserta ibadah haji harus dapat menyesuaikan diri.

Pemerintah juga telah menyiapkan para petugas untuk memberikan layanan kesehatan bagi jamaah.

“Jangan sungkan untuk bertanya tanya berkonsultasi jika ada keluhan terkait dengan kesehatan. Telah disiapkan juga para petugas yang akan memberikan pelayanan, perlindungan, dan pembinaan kepada jamaah,” pungkas Yaqut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini