Home MPR RI

HNW Mengajak Para Santri Lanjutkan Peran Ulama Pahlawan Bangsa

200
0

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, Lc., MA, mengapresiasi kunjungan dua ratusan santri Pondok Pesantren Darut Taqwa Ponorogo di kompleks Parlemen Jakarta. Hidayat Nur Wahid berharap, kunjungan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan yang lebih banyak, menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara,beserta fungsi dan peran lembaga negara. Agar para santri makin mempersiapkan diri dengan tekun belajar agar nantinya siap lanjutkan peran para Ulama pahlawan bangsa antara lain dengan terjun ke dunia politik, termasuk menjadi anggota dan pimpinan lembaga legislative.

Keberadaan para santri di Lembaga Legislative, menurut Hidayat yang juga alumni Pondok Pesantren Gontor, akan melanjutkan kiprah alumni pondok pesantren yang sekarang ini sudah terlebih dahulu berperan di MPR, DPR dan DPD RI. Mereka juga bisa menjadi solusi bagi persoalan bangsa, seperti yang dilakukan para santri sebelumnya. Dan juga melanjutkan peran yang dilakukan oleh para santri dan ulama pada era perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI dan menyelamatkan NKRI. Sebagaiamana dahulu dilakukan oleh Ulama NU spt KH Hashim Asyari, KH Wahab HasbuLlah yang mengumandangkan Fatwa dan Resolusi Jihad, dan Ulama dari Muhammadiyah spt KH Abdul Kahar Muzakkir dan Ki Bagus Hadikusumo yang menyerukan Amanat Jihad, yg keduanya dalam rangka mendukung dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari kemungkinan dijajah kembali oleh kolonialis Belanda dll. Dan juga para Santri yg melahirkan Laskar Santri untuk melaksanakan Fatwa dan Amanat Jihad tsb.

Baca Juga:   Banyak Janji Saat Kampanye Pemilu 2024, Sjarifuddin Hasan: Jangan Mengumbar Janji

“Tahun 2004 saya jadi ketua MPR. Waktu itu, untuk pertama kali presidennya dipilih langsung oleh rakyat. Saat itu yang terpilih adalah Pak SBY, padahal beliau hanya didukung partai kecil. Akibatnya suasana politik memanas dan berpotensi menimbulkan kerawanan. Lazimnya, setelah dilantik presiden menyampaikan pidato, tetapi saat itu suasananya tidak memungkinkan. Sesuai kaidah Islam yang saya pelajari di Pondok Pesantren, saya sampaikan ke Pak SBY bahwa yang sunah tidak boleh mengalahkan yang wajib. Sukses pelantikan Presiden dan pergantian kekuasaan secara damai adalah wajib, sementara pidato adalah sunan. Maka Saya minta Pak SBY untuk menyampaikan pidatonya nanti di istana saja. Agar tidak ada kejadian hal2 yg bisa gagalkan pelantikan Presiden. Alhamdulillah, Pak SBY bisa mengerti, dan berkat kaidah itu pelantikan berjalan lancar, tidak menimbulkan kekisruhan,” kata Hidayat Nur Wahid yang akrab di sapa HNW menambahkan.

Baca Juga:   Wakil Ketua MPR : MA harus menolak PK Moeldoko

Pernyataan itu disampaikan HNW saat menerima peserta Wisata Pendidikan santri Pondok Pesantren Darut Taqwa Ponorogo. Acara tersebut berlangsung di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen Jakarta, Selasa (14/2/2023). Delegasi Pondok Pesantren Darut Taqwa dipimpin Direktur Pendidikan Putra Ponpes Darut Taqwa Drs. H. Ahmad Thobronni , M. Pd,. Ikut hadir pada acara tersebut dua anggota Fraksi PKS MPR RI. Yaitu, Dr. H. Fahmi Alaydroes, M.M., Med dan Amin AK., M.M.

Baca Juga:   Bamsoet Ajak Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Jakarta Mencegah Negara Tanpa Arah Dengan Menghadirkan Kembali PPHN Pasca 2024

Keberhasilan menghindarkan keributan yang berpotensi terjadi pada pelantikan presiden hasil pemilu 2004, menurut Hidayat didapat dari pengalamannya selama berada di pondok Gontor. Dulu, selama belajar di pondok, HNW banyak mengikuti berbagai kegiatan. Mulai dari olah raga, belajar kelompok, latihan pidato hingga jadi pengurus organisasi. Bahkan kebiasaan itu terus berlanjut saat Ia meneruskan pendidikannya di Universitas Madinah.

“Ikutilah semua kegiatan di pondok dengan tekun da senang hati. Jangan dimaknai sebagai kegiatan yang membosankan atau malah membebani. Semua itu akan menjadi tabungan positif dan memberi makna dan pelajaran bagi profesionalitas perjalanan hidup kita dikemudian hari,” ungkap anggota DPR RI dapil Jakarta II meliputi luar negeri, Jakarta Pusat dan selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini