Heboh Anak Harimau Masuk Rumah Warga, Rupanya Kucing Hutan

122
0

ِPortal Berita Rakyat Indonesia
Pihak BKSDA saat mengamankan kucing hutan yang diamankan warga. (ist)
Bagikan :

SRNews.CO, Bangko – Warga Kelurahan Pematang Kandis Kecamatan Bangko RT 24 Heboh dengan penemuan binatang jenis Kucing Hutan yang masuk rumah warga. Pasalnya, warga sempat mengira hewan tersebut anak harimau, sehingga warga takut jika induknya marah.

Berdasarkan informasi yang didapat, kucing hutan tersebut masuk kerumah warga pada Minggu (26/1) malam sekitar pukul 21.10 WIB. Kucing hutan tersebut ditangkap oleh warga, karena menyangka anak harimau warga kemudian melapor ke Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Jambi yang berada tak jauh dari lokasi.

Baca Juga:   Awak Media Tak Boleh Masuk, Hearing DPRD Merangin dengan BKPSDMD Tertutup

Mendapat laporan tersebut, petugas dari BKSDA langsung mendatangi lokasi, dan langsung mengamankannya. Ternyata saat dilihat hewan tersebut kucing hutan, pihak BKSDA pun kemudian membawanya untuk di rehabilitasi.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Sesi BKSDA Wilayah I Jambi, Udin Ihkwanuddin. “Sekitar pukul 21.10 WIB, malam kemarin, ada warga yang melaporkan ke BKSDA Wilayah I Jambi, bahwa ada seekor kucing hutan yang masuk kerumahnya, mereka menyangka bahwa kucing hutan itu adalah anak dari Harimau Sumatra,” ujarnya.

Baca Juga:   MPR Puji Langkah Gubernur Yogyakarta Dalam Menangani Covid-19

Maka untuk memastikan itu, dirinya langsung menurunkan tim satgas untuk turun kelokasi penangkapan kucing hutan tersebut, guna memastikan apakah itu anak harimau atau kucing hutan.

“Setelah kita cek, ternyata itu kucing hutan. Lalu diserahkan ke Kami, untuk dievakuasi dan direhabilitasi sementara di TPS kami, kita rawat dulu dan nanti kita panggil dokter hewan untuk cek kesehatannya,” ujarnya lagi.

Baca Juga:   Polri berencana bentuk Satgas Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan pelepasliaran kucing hutan tersebut ke habitatnya, supaya satwa tersebut bisa berkembang biak dan populasinya meningkat dialam sehingga ekosistim alam bisa seimbang,” pungkasnya.

Reporter:Supmedi


TINGGALKAN KOMENTAR