Home MPR RI

Fahri Lubis: MKD DPR RI Harus Belajar Lagi Ruang Lingkup Tupoksinya

43
0

JAKARTA – Tokoh Barisan Rakyat Pejuang Revolusi Konstitusi Fahri Lubis menegaskan ketidakhadiran Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI sudah tepat. Karena MPR RI terdiri dari unsur anggota DPR RI dan anggota DPD RI, maka MKD DPR tidak memiliki kewenangan untuk meminta klarifikasi pimpinan maupun anggota MPR RI dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mewakili institusinya.

“Sebagaimana diatur dalam UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD (MD3) pasal 81 maka kewenangan MKD dibatasi hanya menyangkut kewajiban pelaksanaan tugas sebagai anggota DPR. Sehingga, sikap reaktif MKD DPR dengan meminta klarifikasi terkait pernyataan Bamsoet dalam tugasnya sebagai Pimpinan MPR itu sangat tidak relevan dan tidak sesuai dengan undang-undang,” tegas Fahri Lubis di Jakarta, Jumat (21/6/24)

Baca Juga:   Gus Jazil Terpilih sebagai Ketua Jamiyah Mudarasah Al-Quran Jatim

Fahri Lubis menyatakan jauh sebelum adanya wacana amandemen konstitusi ke-5 tersebut, para tokoh-tokoh pegiat konstitusi telah menyampaikan aspirasi kepada Ketua MPR RI untuk melaksanakan Sidang Istimewa MPR RI guna mengembalikan UUD1945 sesuai naskah asli dan menyempurnakannya dengan addendum serta pokok-pokok haluan negara.

“Sudah on the track dengan kewenangan Ketua dan pimpinan MPR sebagai juru bicara MPR RI sebagai perwujudan kedaulatan rakyat memberikan perspektif kebangsaan dan kenegaraan kepada publik. Termasuk perspektif tentang amandemen UUD NRI 1945 yang telah empat kali diamandemen,” tandas Fahri Lubis.

Baca Juga:   Hadapi Perubahan Cuaca dengan Mitigasi yang Tepat dan Sosialisasi Berkelanjutan

Sebagaimana diketahui pemanggilan Bamsoet oleh MKD DPR terkait pengaduan Muhammad Azhari atas pernyataan Bamsoet di media online yang dianggap menyatakan bahwa seluruh Parpol telah sepakat untuk melakukan amendemen UUD 1945 dan memastikan siap melakukan amendemen tersebut termasuk untuk menyiapkan peraturan peralihannya. Padahal, fakta dan bukti-bukti di lapangan menunjukan Bamsoet tidak pernah mengatakan bahwa seluruh Parpol telah sepakat untuk melakukan amendemen UUD 1945. (*)

Baca Juga:   Kecepatan dan Ketepatan dalam Bertindak Kunci dalam Pengobatan Kanker Payudara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini