Home Suara Nasional

4.000 personel polisi amankan demo terkait BBM yang berlangsung di kawasan Monas

117
0

Jakarta – Sebanyak 4.000 petugas gabungan bersiaga di Patung Arjuna Widjaja (Patung Kuda) kawasan Minumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, guna mengamankan dan mengantisipasi aksi demonstrasi terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Selasa

“Ada sekitar 4.000 personel gabungan TNI, Polri dan DKI yang disiagakan di Monas, untuk mengantisipasi demonstrasi kenaikan harga BBM,” kata Kabgops Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi Saufi Salamun ditemui di sekitar Monas, Jakarta Pusat, Selasa.

Dari pantauan sejak siang tadai sudah ada dua kali aksi demonstrasi untuk menolak kenaikan harga BBM di kawasan silang monas.

Baca Juga:   Bahlil kejar proyek yang dapat insentif guna capai target 2022

Aksi demonstrasi pertama dari puluhan massa yang bersala dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), DPP Gema Keadilan, dan Aliansi Mahasiswa Siswa Muslim Indonesia pada pukul 12.30 WIB berlangsung sekitar satu jam dengan menyarakan penolakan kenaikan BBM.

Kemudian aksi kedua berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB dari puluhan anggota BEM Nusantara yang menyurakan penolakan serupa.

Demonstrasi yang sempat diwarnai aksi pembakaran ban ini berhenti sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian pengunjuk rasa melanjutkan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI.

Baca Juga:   Perbedaan Situasi Guru Sekarang dan Arahan di Masa Depan Menurut Kemendikbud

Di lokasi yang berbeda, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Kamarudin menyebutkan personel gabungan yang diturunkan untuk mengamankan demonstrasi terkait kenaikan harga BBM di Monas dan Gedung DPR/MPR RI sebanyak 7.000 personel.

“Yang kami siapkan sebanyak 7.000 personel gabungan TNI dan Polri untuk menjaga Patung Kuda, Pertamina dan Gedung DPR,” ucap Komarudin di Gedung DPR.

Diketahui, pemerintah pusat memutuskan menyesuaikan harga BBM bersubsidi pada Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB.

Baca Juga:   Wujudkan Kebijakan Inklusif Gender untuk Dorong Pemberdayaan Perempuan di Sektor Ekonomi

Adapun kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dari Rp. 7650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, Pertamax no subsidi naik dari Rp12.000 menjadi Rp14.500.

Kenaikan harga BBM bersubsidi itu mencermati anggaran subsidi dan kompensasi energi yang ditanggung pemerintah naik sampai Rp502,4 triliun dari awalnya Rp152,5 triliun.

Sedangkan sebagian besar atau sekitar 70 persen BBM bersubsidi tersebut dinikmati masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas.

 

sumber : antaranews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini